Jumat, 27 Juli 2012

Chapter One : Announcement

Awal mula dikisahkan seorang pria yang sangat drop ketika mendengar pengumuman kalau dia tidak lulus .. seketika hidup ini terasa gelap dan tak bersuara ... Yahh sebenarnya memang wajar kalau tidak lulus tapi rasa sesal kian menghantui -_- pada detik-detik yang mendebarkan itu para siswa-siswa menunggu masa depannya seakan menjadi akhir dari usaha kami selama 3 tahun di Sekolah Menengah Atas..  ada yang lulus dan ada yang tidak lulus.. yang lulus memberikan semangat kepada yang tidak lulus dan yang tidak lulus seakan berusaha berdiri kembali dan melanjutkan pertempurannya di perang selanjutnya..

SNMPTN Tertulis ...... Namanya saja sudah seramm -_- disini orang bertempur seakan-akan dengan menggunakan pensil sebagai senjata dan ilmu-ilmu yang telah mereka pelajari sebagai amunisi.. Tetapi ada suatu saat ketika orang berpikir untuk belajar mati-matian jika kita punya pelampung untuk menyelamatkan kita.. Begitulah awal mula dari tindak kecurangan para siswa yang telah putus asa.. Anggaplah mereka adalah Hendra,Apriyanto,Pa'i ... Kebetulan mereka satu tempat les .. setiap minggunya bimbingan les kami mengadakan Try Out untuk persiapan SNMPTN Tertulis.. Dalam selah-selah Try Out mereka selalu berbincang-bincang tentang bagaimana cara mendapatkan pelampung .. "Woyy ada mi pelampung mu boy."
"Dak ada pi coyy , kau ia?" "Dak ada pi juga tapi kalo ada bilang-bilang ko nah ." Begitulah sedikit percakapan yang mereka bicarakan setiap hari... Walaupun kami tidak terlalu mengharapkannya tapi kalau ada pedoman kan lebih bagus hhe.. 


  Hari demi hari berguguran .. Tidak terasa pertempuran akan dimulai lagi, siap tidak siap kita harus bertempur untuk menggapai masa depan.. Pada H-1 kami tinggal di rumah Apriyanto untuk menunggu pelampung yang kata"nya ada .. Pada malam itu Hujan keras mengguyur perumahan disertai mati lampu yang kian tidak mendukung rencana malam itu.. Kami disuruh untuk membeli lilin karena mati lampu lalu pada saat itu, Hendra juga lagi dalam perjalanan menuju rumah Apriyanto dengan semangat untuk mendapatkan sesuatu yang berharga... Singkat cerita kami bertiga menunggu kabar baik sampai larut malam.. Kecemasan dan keraguan kian melanda karena tidak adanya kabar dari teman Apriyanto .. Akhirnya Pa'i memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu untuk melepaskan kelelahan menunggu .. sedangkan Hendra masih mengoceh karena ketidak jelasan kabar dari teman Apriyanto.. Apriyanto pun menjelaskan bahwa ada kesalahan teknis, atau rumahnya jauh dan bla bla bla.... -_- 
  Setelah menunggu lama kami mendapatkan sesuatu yang kami tunggu dan langsung mengerjakannya dengan muka yang lelah.. Akhirnya singkat cerita kami berhasil menyelesaikan semuanya dengan waktu 1 jam sj .. Dengan penuh optimis pun kami pulang lalu istirahat untuk menghadapi pertempuran besok...


  Hari Pertempuran pun telah dimulai... Tapi siapa yang tau bahwa kecurangan itu pasti bakal mendapat ganjarannya... Soalnya tidak sama dengan yang dikerjakan kemarin malam,.. Akhirnya dengan muka yang pd dan ilmu yang telah didapat selama ini saya mengerjakannya dengan segenap hati... Setelah ujian itu selesai kami bertiga membicarakan penyesalan kami .. 
  Akhirnya kami sadar lebih baik mengerjakan sendiri dengan sepenuh hati .. Akhir cerita kami telah menyelesaikan semua pertempuran kami dan sisa menunggu pengumuman...


  Singkat cerita akhirnya hari pengumuman telah tiba seperti biasa di dalam jejaring sosial para rekan seperjuangan mengutarakan kegalauannya selama detik-detik menjelang pengumuman,.. Orang-orang saling mendoakan agar lulus di PTN pilihan mereka masing-masing... Saya pun juga ikut berdoa agar dapat lulus.. kegalauan itu menambah ketika website pengumuman SNMPTN telah dibuka dan untuk mengakses website pengumuman ini harus mempunyai koneksi dewa.. setelah berapa kali mencoba akhirnya saya dapat mengakses website ini.. sebelum saya melihat pengumumannya saya berdoa terlebih dahulu untuk diberikan yang terbaik... DAnnnnn.... akhirnya saya lulus tetapi pilihan ke-2 yang sebenarnya saya tidak terlalu berminat disitu.. -_- hanya sekedar memilih karena sudah pasrah menghadapi kegalauan ini... Akhirnya apa mau dikata saya berpikiran dalam hati "Mungkin ini yang terbaik yang diberikan Allah kpd saya." dengan tidak berpkir lama akhirnya saya merencanakan untuk berangkat secepatnya menuju kota perantauan.......


-to be continued


# Carilah ilmu sampai ke negeri china

Tidak ada komentar:

Posting Komentar